Rabu, 09 Januari 2013

Insya Allah

PENGERTIAN DAN PENJELASAN DARI ARTI "INSYA ALLAH...."

Kalimat terpopuler di kalangan umat Islam, setelah salam (assalamu’alaikum), adalah insya-Allah. Kalimat ini diucapkan saat seseorang ingin melakukan sesuatu atau berjanji.

”Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu ‘sesungguhnya aku akan mengerjakan esok,’ kecuali (dengan mengucapkan) insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah ‘mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS Al-Kahfi: 23-24).

Secara literal, kalimat insya Allah berarti bila Allah menghendaki. Sayangnya, kalimat ini kerap disalahgunakan. Ada dua bentuk penyalahgunaan. Pertama, insya Allah dipakai untuk menunjukkan janji yang longgar dan komitmen yang rendah. Insya Allah hanya pengganti dari kalimat, ‘tidak janji deh.’ Ini keliru sebab nama Allah SWT dijadikan sebagai pembenaran atas kemalasan menepati janji.

Kedua, segala tindakan ditentukan oleh Allah (fatalisme). Artinya, manusia tidak memiliki ruang kebebasan untuk bertindak. Paham ini tidak tepat karena Allah menganugerahi manusia kebebasan berkehendak. Bagaimana seseorang mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan bila seluruh tindakannya ditentukan oleh Allah?

Sebenarnya, insya Allah memiliki falsafah yang mendalam. Pertama, dalam kalimat insya Allah tersimpan keyakinan yang kukuh, bahwa Allah SWT terlibat dan punya andil dalam segala tindak-tanduk manusia. Kesadaran akan kehadiran Allah SWT ini akan memupuk tumbuhnya moral yang luhur (akhlaq al-karimah).

Hanya orang-orang yang merasa dirinya senantiasa ditatap Ilahi saja yang akan mampu menjaga dari segala bentuk pelanggaran. Inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai ihsan, yaitu, ”Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesunggguhnya Dia melihatmu.” (HR Muslim).

Kedua, ekspresi kerendahhatian (tawadhu’). Seseorang yang memastikan diri bahwa besok akan bertindak sesuatu (sesungguhnya) terselip dalam relung jiwanya sifat kibr (sombong). Termasuk sikap, bahwa dirinya penentu segala sesuatu di masa depan tanpa ada peran Allah SWT. Seharusnya, orang yang berucap insya Allah adalah orang yang sadar bahwa Allah SWT selalu membimbing hamba-Nya.

Ketiga, perpaduan usaha dan penyerahan diri. Dalam kata insya Allah terkandung suatu ketidakpastian akan apa yang terjadi esok. Karenanya, keyakinan ini akan melahirkan motivasi, mempersiapkan secara sempurna hal-hal yang menciptakan kesuksesan dari yang direncanakan, serta memastikan apa yang akan terjadi seperti yang dikehendaki. (QS Al-Hasyr: 18).

Wallahu'alam.

TIPS QIYAMULLAIL

Sedikit Tips agar senantiasa istiqomah melaksanakan Qiyamullail...
Qiyamullail adalah ibadah orang-orang yang istimewa, maksudnya hanya orang yang diberi taufiq yang bisa melakukan ibadah malam tersebut. Yaitu orang yang memenuhi syarat tertentu hingga ia mudah bangun malam.

Ada beberapa tips agar bisa bangun malam, dan insyaAllah menurut ana ini sangat manjur, adalah sebagai berikut :

1. Sedikit makan

2. Tidak terlalu capek aktivitas disiang hari

3. Qilulah (tidur sebentar disiang hari,ini membantu bangun malam)

4. Menjauhi perbuatan dosa, seperti gossip, dusta, fitnah, dll.

5. Tidur diawal malam

6. Sebelum tidur ambil wudhu -->>sholat witir -->>dan berniat Qiyamullail

7. Tidak tamak dengan dunia (tidak terlalu cinta dunia)

8. Mengetahui keutamaan2 shalat malam.
Secara ilmiah telah di buktikan bahwa shalat malam sangat bermanfaat untuk :
- Otak (menjadi cerdas dan tidak pikun)
- Tubuh (anti body meningkat, tidak mudah sakit)
- Untuk membentuk Kepribadian, (yg senantiasa Qiyamullail maka akan mempunyai kepribadian/akhlak yang bagus)
- Dan masih banyak lagi, semua itu hasil dari penelitian tentang Qiyamullal, silahkan cari keutamaan Qiyamullail Google.. ^^

9. Rasa cinta kepada Allah Ta'ala, inilah inti dari point-poin diatas,

Untuk point ke 6, sangat ana sukai dan tidak ingin ana lewatkan, karena walaupun tidak bisa melaksanakan Qiyamullail (telat bangun) tapi tetap kita memperoleh pahala dari Allah Ta’ala tetapi sebelumnya sudah niat Qiyamullai dengan sungguh-sungguh.

Sebagaimana dalam sabdanya Nabi saw:
“barangsiapa yg berangkat keperaduan dgn niat shalat malam, namun dikalahkan oleh (kantuk) kedua matanya hingga subuh. Maka Alloh Azza wa zalla mencatat pahala atas niatnya dan tidurnya dinilai sebagai sedekah
(HR. Nasa’i III/25)(Ibn Majah 1344)

Sahabatku...
Jika cara diatas sudah diamalkan tapi sahabat belum bisa melaksanakan "Qiyamullail," maka ana sarankan untuk fokus ke point 4. Karena itu pasti, amat, sangat menentukan sekali.

Fudhail bin iyadh berkata: ”jika engkau tak mampu sholat malam & puasa di siang hari, ketahuilah bahwasanya engkau sedang dibelenggu oleh dosamu {Shifatush Shofwah:2/238}

hati ibarat kaca
dosa adalah Ad-dzulumat (kegelapan)
taufiq Allah Ta’ala adalah An-nur (cahaya)

cahaya tidak akan bisa menembus kaca yang berwarna gelap. Begitu pun taufiq Alloh ta’ala tidak akan masuk kepada hati yang penuh dengan dosa. Maka syarat untuk bisa mendapat TaufiqNya adalah hati yang bersih yang tidak terlalu banyak berbuat dosa.

Ibnul Qayyim berkata :”Siapa yang menginginkan agar hatinya bersih maka hendaklah dia lebih mementingkan Allah Ta'ala dari pada syahwatnya.” (Al-Fawa’id)

Dosa yang membuat hati menjadi rusak banyak sekali, namun ada dosa yang pada umumnya selalu kita lakukan disiang hari dan bahkan kita tidak menyadarinya bahwa itu adalah perbuatan dosa. Yaitu dalam hal berbicara.

Berbicara yang tidak mengingatkan kita kepada Allah Ta'ala secara berlebihan adalah dosa yang dapat merusak hati seperti yang di dikatakan sahabat Umar bin Khatab r.a

“Kalian jangan banyak berbicara sesuatu tentang yang tidak mengingatkan akan Allah Ta'ala karena hati kalian akan menjadi keras. Hati yang keras jauh dari Allah Ta'ala, tetapi kalian tidak menyadarinya.”

Pertanyaannya: SULIT JIKA HARUS MENINGGALKAN HAL INI?
Benar, Awalnya ana sendiri juga merasakan hal itu, tapi setidaknya dengan mengurangi pembicaraan yang tidak bermakna maka hal itu dapat membantu bangunnya di malam hari. Jadi, Sedikit2 saja dulu ya !!! ^^

Untuk sahabat-sahabatku fillah, Yuuuk kita belajar untuk selalu mengingat Allah Ta'ala, misalkan ketika melihat keindahan ucapkan "Subhanallah", ketika melihat aurat "Astaghfirullah", ketika mendapat kesenangan "Alhamdulillah"

♡ SEMOGA BERMANFAAT ♡

renungan,,,,5-kelebihan-wanita-yang-digunakan-syaitan

WASPADAAAAA...........


Wanita adalah makhluk yang sangatlah unik. Berbeda. Dan memiliki keistimewaan tersendiri. Islam memandang wanita adalah makhluk yang sangat special dan bahkan memberikan satu surah dalam Al-Quran untuk wanita. An-Nisa. Rasulullah berkata bahawa makhluk yang harus kita cintai setelah Allah SWT dan Rasulullah adalah : Ibu, Ibu, Ibu, barulah Ayah. Itu menunjukkan apresiasi yang sangat tinggi yang diberikan oleh Islam kepada wanita.

Namun Akhi, Ukhti, wanita seringkali dibuat sebagai senjata yang Maha Dahsyat oleh Syaitan Laknatullah untuk meluluhkan kehebatan iman seorang lelaki. Ya, tidak ragui, salah satu jalan utama syaitan untuk merasuk ke dalam dada seorang ikhwan adalah melalui lelaki itu tadi. Dalam sejarah, syaitan mengakui kepada Nabi Musa AS bahawa jalan utama syaitan dalam merasuk dan memperdaya manusia ada 3 : ketika Solat, ketika marah, dan melalui wanita.

Kali ini InsyaAllah akuislam.com akan mengulas pendapat beberapa ulama mengenai kelebihan wanita yang dijadikan senjata oleh syaitan untuk mencairkan hati seorang lelaki. Tapi sebelum itu, maaf kerana bukan bermaksud untuk merendahkan kaum wanita. Tetapi hanya bermaksud untuk saling mengingatkan. Kerana, kalau hanya salah seorang antara lelaki atau perempuan sahaja yang menjaga hatinya, maka syaitan akan tetap mudah untuk masuk. Tapi kan kalau kita sama-sama menjaga hati, InsyaAllah akan lebih baik bagi kita semua. Betul?

Bila syaitan sudah tidak mampu menyesatkan kita dengan keburukan, maka dia akan menyesatkan kita dengan kebaikan. Syaitan tidak akan pernah rela jika kita sebagai manusia mampu bebas dan melakukan kebaikan tanpa diganggu. Naudzubillahi min dzalik.

Apa kekuatan wanita yang pertama?

Air Mata. Air mata wanita adalah sesuatu yang seringkali digunakan syaitan untuk meluluhkan hati seorang lelaki. Air mata jelas sekali mampu meluluhkan hati seorang lelaki. Jangankan lelaki biasa yang masih belajar tentang prinsip-prinsip kehidupan. Umar bin Khattab RA yang ketika itu masih kafir dan memegang teguh prinsipnya pun dicairkan oleh tangisan adiknya sehingga masuk islam dan menjadi salah satu khalifah terkuat pada masa kejayaan islam di dunia. Masih ingatkan kisahnya..?

Menangis adalah muara dari perasaan. Jikalau terlalu gembira, kita akan menangis. Jikalau terlalu sedih pun demikian. Jikalau sangat marah, kita juga mengeluarkan titis-titis air mata. Dan itu semua fitrah. Hanya, ketika ada sesuatu yang tidak tepat pada tempatnya, baik tidak disengaja apatahlagi kalau sengaja, akan menjadi senjata yang kuat bagi syaitan laknatullah.

Buat lelaki, waspadalah terhadap syaitan. Cuba bayangkan, kalau ada perempuan memohon sesuatu ke kita, sehingga mengeluarkan air mata. Bagaimana sikap kita? Itu yang harus kita urus dengan sebaik mungkin. Tentu dengan pengurusan hati yang tepat.

Yang kedua,

Yang kedua adalah senyuman. Senyuman wanita itu salah satu yang sangat mudah dijadikan oleh syaitan dalam memperdaya ataupun melemahkan hati seorang lelaki. Apatah lagi kalau wanita yang mempunyai wajah yang cantik. Tentu akan sangat meluluhkan hati seorang lelaki.

Allah telah jelas dan tegas memerintahkan kita dalam surah An-Nur ayat ke 30 hingga ke 31. Ayatnya yang berbunyi :

“Katakanlah kepada lelaki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya…”

dan ayat ke 31 juga yang berbunyi

“Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya….”

menunjukkan solusi yang seharusnya kita lakukan bersama. Para lelaki mahupun perempuan seharusnya menjaga pandangan mereka.

Yang Ketiga,

Yang ketiga, adalah tutur kata. Wanita itu memiliki suara yang berbeza dengan lelaki. Suara wanita itu lebih lembut daripada lelaki. Perkara itu juga dijadikan senjata oleh syaitan untuk memperdaya lelaki. Apatah lagi kalau wanita itu sengaja membuat nada manja

Berbicaralah yang tegas! Tidak menimbulkan kesan yang manja atau menggoda. Berbicaralah dengan nada yang tegas dan seperlunya sahaja. Rasulullah SAW juga memerintahkan kita untuk berbicara yang benar, atau diam.

.
Suara wanita itu sangat dilindungi dan dihargai oleh Islam. Bahkan ada beberapa ulama yang mengatakan bahawa nasyid wanita itu tidak baik didengar oleh lelaki. Kerana, getaran suaranya itu besar kemungkinan dapat menimbulkan perasaan yang berbeza di hati lelaki.

Lelaki, berhati-hatilah dalam mengolah hati. Berhati-hatilah dalam memberikan perhatian.

Yang Keempat,

Berhias. Banyak perdebatan di sini.Antaranya adalah bagi wanita yang memakai wangian. Rasulullah berkata bahawa barang siapa (wanita) yang memakai wewangian kemudian dia berjalan di depan seorang (laki-laki) sehingga sang lelaki mencium wewangian tersebut, maka wanita itu dianggap pezina. Naudzubillahi min dzalik..

Yang terakhir,

kecerdasan. Ini yang paling berbahaya atau paling sukar untuk dihindari. Wanita yang cerdas seringkali dijadikan senjata yang sangat ampuh untuk meluluhkan hati seorang lelaki. Banyak lelaki tidak melihat paras atau rupa dari si perempuan itu, tapi kecerdasannya, cara berbicara serta topik yang dia bicarakan. Apatah lagi kalau sudah satu fikrah, satu persepsi fikiran yang sama. Makanya, syaitan paling sering menggunakan kelebihan wanita yang satu ini.

Jalan keluarnya bagaimana? Untuk keseluruhan, sebenarnya hanya ada dua caranya. Si lelaki harus menjaga diri serta hati mereka, dan sang perempuan juga demikian. Ketika diri telah dibersihkan dan hati telah disucikan, Insya Allah tidak syaitan juga akan kelelahan menggoda kita. Jangan lupa kemudahan istigfar yang diciptakan Allah untuk kita semua umat muslim. Selalu beristigfar setiap waktu. Ingat Allah setiap waktu.

Semoga dengan itu kita mampu menghindarkan diri dari godaan syaitan laknatullah. Insya Alla

7 Pintu Terbesar Yang di Masuki Syetan



Pintu pertama

Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua

Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.

Pintu ketiga

Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat

Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.

Pintu kelima

Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pinta keenam 

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh

Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

KISAH AKIBAT MEMBUKA AURAT DI FACEBOOK

WAJIB DI BACA..!



Renungan... Kisah ini mengenai seorang hamba Allah. Dia merupakan seorang wanita yang aktif berfacebook. Dalam facebook nya mempunyai banyak koleksi foto yang tidak menutup aurat. Selepas dia meninggal dunia, ibunya senantiasa bermimpi dia merayu kepada ibunya supaya menghapus foto-fotonya yang tidak menutup auratnya di facebook. Malangnya tiada siapa yang mengetahui password Facebooknya. Jadi, kemungkinan besar, rohnya tidak tenang dengan dosa auratnya yang dibiarkan begitu saja menjadi tatapan umum….

Dan ingatlah, azab untuk kita yang sengaja membiarkan aurat kita dilihat oleh lelaki bukan mahram adalah dosa yang besar dan dapat membawa ke dalam Api Neraka Allah. Semoga kisah ini menjadi ikhtibar dan pelajaran buat kita, supaya tidak mengupload gambar kita yang tidak menutup aurat dengan sempurna, kita tak tahu bila kita akan mati. Jadi, tolonglah kalau anda sayangkan diri anda, hapuslah gambar yang tidak sepatutnya. Jangan sampai yang WAJIB ini kita main-mainkan dan dosa ini kita lakukan tanpa RASA APA-APA.

Ingatlah aurat laki-laki yang harus dijaga diantara lutut dan pusar sedangkan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Sadarlah sahabatku, WALAU IKHLAS ATAU TIDAK YANG NAMANYA MENUTUP AURAT WAJIB DILAKUKAN. Jika Ikhlas maka berpahala tetapi jika tidak Ikhlas maka sekurang-kurangnya kita TERHINDAR DARI DOSA.

Jangan dijadikan Ikhlas sebagai Alasan untuk menghalalkan yang Haram.

"Ingat ini saham dosa kita yg ditatap oleh ribuan orang bahkan lebih dari jutaan saat yang dengan mudahnya melihat foto kita."

Apabila telah sampai masanya – baru lah Penyesalan Sudah Tidak Berguna. Dan semoga rohnya dicucuri rahmat Illahi.Terlepas benar atau salah cerita di atas, menutup aurat memang menjadi kewajiban.





KUNCI KESUKSESAN DUNIA DAN AKHIRAT.


1-Kunci solat adalah Taharah/Kebersihan.

2-Kunci Haji adalah Ihram dan menjauhi perkara yang diharamkan semasa haji.

3-Pintu segala kebaikan adalah bersikap benar dalam semua perkara.

4-Kinci Syuga adalah Bertauhid kepada Allah SWT.

5-Kunci Ilmu adalah bertanya kepada guru secara penuh beradab.
.
6-Kunci kejayaan adalah Kesabaran.
.
7-Kunci kemanjuan/Kelebihan adalah bersyukur.
.
8-Kunci Kekuasaan adalah Berkasih-sayang dan ingat mengingati.

9-Kunci Kejayaan adalah Bertaqwa.

10-Kunci Taufiq adalah Berkasih sayang dan mencintai Allah SWT.

11-Kunci segala kemaqbulan adalah berdoa.

12-Kuci kecintaan Akhirat adalah meninggalkan segala perkara haram di dunia.

13-Kunci Keimanan adalah berfikir kepada apa yang mendorong beribadat kepada Allah SWT dan bertadabbur kepadanya.
.
14-Kunci bertemu dengan Allah SWT adalah Hati sejahtera dari segala dosa, Ikhlas dalam bercinta kepada Allah SWT, Membenci dan meninggalkan segala perkara yang Allah SWT larang dan benci.

15-Kunci menghidupkan hati mencintai Allah SWT adalah Bertadabbur kepada ayat-ayat Al-Quran,menjauhi perkara berkaitan dengan sihir dan meninggalkan segala dosa.

16-Kunci mencapai rahmat adalah mengamalkan konsep Al-Ihsan dalam beribadat kepada Allah SWT dan berusaha berbakti kepada hamba-hamba Allah SWT.
.
17- Kunci rezeki adalah berusaha dengan penuh Istighfar dan bertaqwa kepada Allah SWT

18-Kunci kemuliaan adalah Taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

19-Kunci kejayaan di Akhirat adalah pendek angan-angan.
.
20-Kunci segala kebaikkan adalah Cinta kepada Allah SWT dan Cinta Alam Akhirat.

21-Kunci segala kejahatan adalah Cinta dunia dan panjang angan-angan.

yuuuk !!berdo'a,,,,,


Saat-Saat Terkabulnya Do'a


Berdoa dianjurkan kapan saja. Tetapi ada saat-saat istimewa. Kapan?

1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya.
Allah berfirman: "...Mereka (para muttaqin) sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah)."(QS. Adz-Dzariyat: 18-19).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman : Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya". (HR. Al-Bukhari no. 1145, 6321 dan Muslim no. 758).

Dan Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan shalat pada sepertiga malam yang akhir. Karena itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah." (HR. At Tirmidzi, Ahmad dan dishahihkan oleh At-Tirmidzi, Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani).

2. Waktu antara adzan dan iqamah, saat menunggu shalat berjama'ah.

Sayangnya waktu mustajab ini sering disalahgunakan sebagian umat Islam yang kurang mengerti sunnah atau oleh orang yang kurang meng-hargai sunnah, sehingga diisi dengan hal-hal yang tidak baik dan tidak dianjurkan Islam, membicarakan urusan dunia, atau hal-hal lain yang tidak bernilai ibadah. Hal-hal semacam ini sangat merugikan pelakunya karena tidak mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan sempurna.

Ketentuan waktu ini berdasarkan hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Doa itu tidak ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah!" (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan menurut Al-Arnauth dalam Jami'ul Ushul).

Juga berdasarkan hadits Abdullah bin Amr Ibnul Ash radhiallahu anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin itu telah mengungguli kita", maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ucap-kanlah seperti apa yang diucapkan oleh para muadzin itu dan jika kamu selesai (menjawab), maka memohonlah, kamu pasti diberi." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban, di-hasan-kan oleh Al-Arnauth dan Al-Albani).

3. Pada waktu sujud.

Yaitu sujud dalam shalat atau sujud-sujud lain yang diajarkan Islam. Seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Keberadaan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim).

Dan hadits Ibnu Abbas radhiallahu anhu, ia ber-kata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membuka tabir (ketika beliau sakit), sementara orang-orang sedang berbaris (shalat) di belakang Abu Bakar radhiallahu anhu, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Wahai sekalian manusia, sesung-guhnya tidak tersisa dari mubasysyirat nubuwwah (kabar gembira lewat kenabian) kecuali mimpi bagus yang dilihat oleh seorang muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahwasanya aku dilarang untuk membaca Al-Qur'an ketika ruku' atau ketika sujud. Adapun di dalam ruku', maka agungkanlah Allah dan adapun di dalam sujud, maka giat-giatlah berdoa, sebab (hal itu) pantas dikabul-kan bagi kalian." (HR. Muslim).

4. Setelah shalat fardlu

Yaitu setelah melaksanakan shalat-shalat wajib yang lima waktu, termasuk sehabis shalat Jum'at. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan selesai shalat." (QS. Qaaf: 40).

Juga berdasarkan hadits Umamah Al-Bahili , ia berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang doa apa yang paling didengar (oleh Allah), maka beliau bersabda:
"Tengah malam terakhir dan setelah shalat-shalat yang diwajibkan." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata: hadist ini hasan ).

Karena itu Imam Syafi'i dan para pengikutnya berkata, dianjurkan bagi imam dan makmumnya serta orang-orang yang shalat sendirian memper-banyak dzkir, wirid dan doa setelah selesai shalat fardhu. Dan dianjurkan membaca dengan pelan, kecuali jika makmum belum mengerti maka imam boleh mengeraskan agar makmum menirukan. Setelah mereka mengerti, maka semua kembali pada hukum semula yaitu sirri (samar-samar). (Syarh Muhadzdzab, III/487).

5. Pada waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti


 batasan-batasannya.

yaitu sesaat di setiap malam dan sesaat setiap hari Jum'at. Hal ini berdasarkan hadist Jabir radhiallahu anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasu-lullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti mem-beri kepadanya." (HR. Muslim).

Hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebut hari Jum'at, beliau bersabda: "Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab) tidaklah seorang hamba muslim yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan shalat (atau menunggu shalat) dan memohon kepada Allah sesuatu (hajat) melainkan Allah pasti mengabulkan permohonannya." dan Nabi mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya saat mustajab itu. (HR. Al-Bukhari).

Di dalam hadist Muslim dan Abu Dawud dijelaskan:
"Yaitu waktu antara duduknya imam (khatib) sampai selesainya shalat (Jum'at)". Inilah riwayat yang paling shahih dalam hal ini. Sedangkan dalam hadist Abu Dawud yang lain Nabi memerintahkan agar kita mencarinya di akhir waktu Ashar.

An-Nawawi rahimmahullah menjelaskan bahwa para ulama berselisih dalam menentukan saat ijabah ini menjadi sebelas pendapat. Yang benar-benar saat ijabah adalah di antara mulai naiknya khatib ke atas mimbar sam-pai selesainya imam dari shalat Jum'at. Hal ini berdasarkan hadist yang sangat jelas dalam riwayat Muslim di atas.

Imam An-Nawawi rahimmahullah melanjut-kan: "Adapun hadist yang berbunyi: 'Carilah saat itu pada akhir sesudah Ashar' (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i dengan sanad shahih), maka hal ini memberi kemungkinan bahwa saat ijabah itu bisa berpindah-pindah, kadang-kadang di saat ini, kadang-kadang di saat itu seperti halnya lailatul qadar."

Imam Ahmad rahimmahullah berkata: "Kebanyakan ahli hadits menyatakan saat itu adalah setelah Ashar dan diharapkan setelah tergelincirnya matahari."
Lain dengan Ibnu Qayyim. Beliau menjadikannya sebagai dua waktu ijabah yang berlainan. Dalam Kitab Al-Jawabul Kafi beliau berkata:
(Pertama), jika doa itu disertai dengan hadirnya kalbu dan totalitasnya dalam berkonsentrasi terhadap apa yang diminta, dan bertepatan dengan salah satu dari waktu-waktu ijabah yang enam itu, yaitu :


§ Sepertiga akhir dari waktu malam.
§ Ketika adzan.
§ Waktu antara adzan dan iqamah.
§ Setelah shalat-shalat fardlu.
§ Ketika imam naik ke atas mimbar pada hari Jum'at sampai selesainya shalat Jum'at pada hari itu.
§ Waktu terakhir setelah Ashar".


(Kedua), jika doa tadi bertepatan dengan kekhusyu'an hati, merendah-kan diri di hadapan Sang Penguasa. Menghadap kiblat, berada dalam kondisi suci dari hadats, mengangkat kedua tangan, memulai dengan tahmid (puji-pujian), kemudian membaca shalawat atas Muhammad. Lalu bertobat dan ber-istighfar sebelum menyebut-kan hajat. Kemudian menghadap kepada Allah, bersungguh-bersungguh dalam memohon dengan penuh kefaqiran, dibarengi dengan rasa harap dan cemas. Dan ber-tawassul dengan asma dan sifatNya serta mentauhidkanNya. Lalu ia dahului doanya itu dengan sedekah terlebih dahulu, maka doa seperti itu hampir tidak tertolak selamanya. Apalagi jika memakai doa-doa yang dikabarkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebagai doa yang mustajab atau yang mengandung Al-Ismul-A'zham (Nama Allah Yang Mahabesar)."
Ya Allah, kabulkanlah doa-doa kami.